
Karawang, aboutnews Indonesia
—
Pemerintah mendorong Isuzu Astra Motor Indonesia (
IAMI
) meningkatkan volume produksi 500 ribu unit dalam 4 tahun ke depan. Dorongan itu disampaikan saat Isuzu berhasil cetak produksi 300 ribu unit sejak pabrik Isuzu Karawang Plant mulai beroperasi pada 2015.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengatakan pemerintah siap membantu Isuzu agar lebih banyak model maupun volume produksi agar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global.
“Saya bisa menjadi alat komunikasi Bapak untuk terus meminta jumlah produk dan tipe produk yang akan diproduksi di Isuzu Astra Indonesia. Sehingga angka 500 ribu ini sudah tidak sulit lagi untuk kita capai dan kami harapkan 3-4 tahun belakang itu bisa dapat diwujudkan,” kata Setia di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kapasitas produksi pabrik Isuzu Astra Indonesia mencapai 80 ribu unit per tahun. Namun realisasi produksinya masih berada di kisaran 35 ribu unit per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setia berharap utilisasi fasilitas produksi tersebut dapat terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Isuzu di Tanah Air pada semester pertama 2026 mencapai 13.430 unit naik 18,9 persen dari Januari-Juni 2025.
Sementara itu realisasi produksi Isuzu di Indonesia baik untuk ekspor maupun domestik pada periode yang sama tumbuh 2,6 persen menjadi 16.329 unit.
“Tentu saja kami berharap kapasitas ini atau juga produksi yang ada di Isuzu ini akan mencapai lebih baik lagi, tidak hanya mencapai 35 ribu, tapi berharap tahun-tahun mendatang mencapai 50 ribu unit per tahun,” ucapnya.
Di sisi lain, Setia menilai kinerja ekspor kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif di tengah berbagai tantangan global. Berdasarkan data, menurut Setia ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) hingga Juni 2026 mencapai 251.705 unit. Angka tersebut tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Setia mengatakan capaian itu mencerminkan daya saing industri otomotif nasional yang masih terjaga meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik.
“Capaian ini tentu saja mencerminkan daya saing industri otomotif berkelanjutan yang tetap terjaga,” tutup Setia.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video aboutnews]
Baca lagi: Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia
Baca lagi: Tes Konsumsi BBM Mitsubishi Xforce HEV, Seberapa Irit?
Baca lagi: 7 Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Rusak Akibat Ledakan




4 Responses
Wah, insight yang dibagikan benar-benar daging semua, sangat bermanfaat buat nambah wawasan saya hari ini. Sebagai informasi tambahan yang searah, materi tersebut bisa dicek di http://ip.webmasterhome.cn/?ip=fixyourfitness.com
Informasi yang disajikan sangat akurat dan ngebantu riset kecil saya jadi lebih cepat. Top cer! Rekomendasi bacaan tambahan yang relevan bisa diintip di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297160214_htm
Ulasan komprehensif yang ngebantu banget memperluas wawasan saya seputar topik ini. Makasih admin. Sekadar berbagi info tambahan, ada bahasan pelengkap yang lumayan oke di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296969836_htm
Ulasan komprehensif yang ngebantu banget memperluas wawasan saya seputar topik ini. Makasih admin. Sekadar berbagi info tambahan, ada bahasan pelengkap yang lumayan oke di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297266103_htm