
Jakarta, aboutnews Indonesia
—
JIO Distribusi Indonesia (JDI), agen pemegang merek (APM)
BAIC
di dalam negeri, menyiapkan investasi sekitar Rp65 miliar untuk membangun fasilitas perakitan baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian rencana merakit mobil listrik T1 tahun depan serta memperdalam tingkat lokalisasi melalui penggunaan baterai buatan dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chief Operating Officer JDI Dhani Yahya mengatakan produksi completely knocked down (CKD) T1 ditargetkan berjalan Juli 2027. Perakitan lokal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen.
Ia menerangkan proses perakitan kendaraan tetap dilakukan di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat. Namun, BAIC juga melokalisasi baterai agar kandungan lokal kendaraan meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini perusahaan sedang menjajaki kerja sama dengan salah satu pemasok baterai di Indonesia. Identitas mitra tersebut belum diungkap, tetapi proyeknya disebut telah berjalan.
“Proyek baterai ini sudah berjalan. Kick off meeting juga sudah dilakukan, dengan dukungan BAIC International maupun prinsipal perusahaan baterai yang bekerja sama di Indonesia,” ujar Dhani di Alam Sutra, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Meski proses perakitan dilakukan di dalam negeri, BAIC masih akan mengimpor sel baterai dari luar negeri. Nantinya, battery pack beserta sejumlah komponen lain akan dirakit secara lokal.
“Yang masih CBU nanti hanya sel baterainya. Komponen lainnya sudah diproduksi dan dirakit secara lokal,” kata Dhani.
Ia memastikan T1 versi Indonesia tetap menggunakan baterai berteknologi Lithium Ferro Phosphate (LFP), sama seperti model yang dipasarkan secara global.
Untuk mendukung proyek tersebut, Dhani bilang BAIC menggelontorkan investasi sekitar 28 juta yuan atau setara Rp65 miliar. Dana itu difokuskan untuk membangun kemampuan perakitan baterai di Indonesia.
“Investasinya cukup besar, sekitar 28 juta yuan atau kurang lebih Rp65 miliar. Kami siap berinvestasi dari sisi baterainya,” ucap Dhani.
Ia menambahkan pengumuman mengenai mitra lokal akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi dan penandatanganan kerja sama rampung.
“Nanti setelah kerja samanya sudah ditandatangani, baru bisa kami sampaikan kepada media bagaimana proses assembly baterai lokal di Indonesia,” katanya.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video aboutnews]
Baca lagi: Ortu Siswa Rebutan Bangku Depan di Hari Pertama Sekolah Tangerang
Baca lagi: Said Cermati Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 dalam PEM PPKF 2027
Baca lagi: RI Ingin Bangun Pusat Keuangan Internasional, Apa Dampak ke Ekonomi?




4 Responses
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=301861 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Artikel ini memberikan perspektif manajemen risiko yang sangat matang, membantu pembaca melangkah maju dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi https://health-with-smart-hemp-oil.webflow.io/
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke https://kldp.org/node/60596 deh, lumayan nambah wawasan.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=299344 di sana ulasannya lumayan ngebantu.