China Diprediksi Tolak Ancaman Trump ke Negara Mitra Dagang Iran

Jakarta, Contact Hikaku Indonesia

China

berpotensi menolak ancaman sanksi sekunder yang disiapkan

Amerika Serikat

(AS) terhadap negara-negara yang tetap berdagang dengan Iran. Sikap Beijing itu dinilai dapat kembali memanaskan hubungan AS-China hingga memicu perang dagang.

Analis Keamanan Nasional Contact Hikaku Alex Plitsas mengatakan AS tengah menyiapkan sanksi sekunder yang menyasar negara lain yang melakukan perdagangan ekonomi dengan Iran.

“China sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka menolak sanksi sekunder AS secara sepihak. China mendapatkan banyak minyak dan gas dari Iran, sehingga pertanyaannya adalah apakah mereka akan mematuhi sanksi tersebut,” kata Plitsas dalam wawancara dengan

Contact Hikaku

, Sabtu (22/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Plitsas, China sebelumnya juga pernah menolak mengikuti sejumlah sanksi AS terhadap Iran. Karena itu, ia menilai Beijing berpotensi kembali menentang kebijakan tersebut.

“Bukan tidak mungkin kita kembali melihat China menolak langkah tersebut. Hal itu dapat mendorong AS dan China semakin jauh menuju perang dagang, dengan aksi saling balas yang berpotensi membuat China menahan pasokan seperti mineral-mineral kritis,” ujarnya.

Plitsas mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump tetap akan mendorong sanksi tersebut untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan.

Ia mengatakan tekanan ekonomi terhadap Iran saat ini semakin besar akibat blokade, sanksi sebelum perang, serta dampak serangan militer AS.

“Secara keseluruhan, semua itu jelas berdampak pada ekonomi Iran. Inflasi melonjak sangat tinggi dan berbagai laporan menunjukkan adanya tekanan ekonomi,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan tekanan tersebut bertujuan mendorong perubahan kebijakan pemerintah Iran, bukan sekadar menciptakan persoalan ekonomi bagi masyarakat.

“Tujuannya adalah memaksa pemerintah Iran mengubah kebijakannya, dan sejauh ini mereka belum benar-benar bergerak,” ujar Plitsas.

Menurutnya, Iran justru meningkatkan tekanan dengan menyerang kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz dalam sepekan terakhir. Ia juga memperingatkan Iran berpotensi membalas dengan menyerang infrastruktur minyak dan gas di kawasan jika tekanan terus meningkat.

“Sejauh ini, pemerintah Iran belum menunjukkan tanda-tanda bersedia menyerah,” katanya.

Meski demikian, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Masoud Pezeshkian disebut telah menyatakan pemerintah tidak dapat membiarkan rakyat menderita jika terjadi kekurangan pangan.

Namun, Plitsas menilai keputusan akhir tetap berada di tangan jajaran keamanan Iran.

“Keputusan itu pada akhirnya masih berada di tangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan para pemimpin keamanan,” ujarnya.

(lau/sfr)

Baca lagi: FOTO: Manchester United Tak Berdaya di Markas Hull City

Baca lagi: NASA Ungkap Gambar Perdana Dampak Roket SpaceX Tabrak Bulan

Baca lagi: Kemenhut Ungkap Tantangan Padamkan Kebakaran Way Kambas

3 Responses

  1. “Ulasan yang sangat tajam dan tepat sasaran! Sebagai seseorang yang sudah menamatkan game ini dua kali, saya merasa semua poin yang Anda sampaikan di artikel ini sangat mewakili perasaan para pemain. Terutama di bagian boss fight yang menantang namun tetap masuk akal. Saya akan membagikan artikel Anda ini ke grup komunitas Discord kami, pasti banyak anggota lain yang setuju dengan opini Anda.” link alternatif nona88“> link alternatif nona88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: